Iklan

Benner up

Temui Massa Aksi di Walmas, Datu Luwu: Luwu Raya Adalah Sejarah Perjuangan!

Redaksi
Minggu, 1/18/2026 WIB Last Updated 2026-01-21T12:40:20Z


Zonaluwuraya.com | Luwu,– Dukungan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar respons atas tuntutan massa, melainkan penegasan sikap historis Kedatuan Luwu dalam menjaga eksistensi dan martabat Tana Luwu.

Hal tersebut disampaikan Datu Luwu saat berdiskusi dengan puluhan pengunjuk rasa yang menggelar aksi tuntutan pemekaran Tanah Luwu menjadi Provinsi Luwu Raya di Jalan Poros Salutubu, Walenrang–Lamasi (Walmas), Minggu (18/1/2026).

Aksi yang diikuti unsur pemuda dan masyarakat Wija To Luwu itu berlangsung dengan orasi dan aksi simbolik pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes atas lambannya realisasi pemekaran daerah yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Kehadiran Datu Luwu di tengah aksi berlangsung secara spontan. Dalam perjalanan pulang dari Baebunta usai menghadiri pengukuhan Makkole Baebunta ke-36, Datu Luwu menghentikan kendaraan dan langsung membahas massa aksi.

Di hadapan pengunjuk rasa, Datu Luwu menegaskan bahwa perjuangan Provinsi Luwu Raya merupakan kelanjutan dari sejarah panjang Tana Luwu sebagai salah satu kerajaan tertua dan paling berpengaruh di Sulawesi Selatan, jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia.

“Perjuangan ini bukan hal baru. Luwu memiliki sejarah panjang sebagai entitas politik dan peradaban. Pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah bagian dari upaya mengembalikan hak dan marwah Tana Luwu,” tegas Datu Luwu.

Ia berkumpul kepada seluruh Wija To Luwu, di mana pun berada, untuk bersatu menyuarakan aspirasi pemekaran sebagai bentuk tanggung jawab sejarah kepada leluhur dan generasi penerus.

“Ini adalah keinginan mulia Wija To Luwu. Jika kita bersatu dan menyuarakannya secara konsisten, suara ini akan sampai ke Presiden RI, Prabowo Subianto,” ujarnya, didampingi perangkat Kedatuan Luwu dan permaisuri.

Datu Luwu menekankan bahwa pemekaran Tanah Luwu bukan semata-mata persoalan administratif pemerintahan, melainkan mencakup identitas, harga diri, dan keadilan historis bagi masyarakat Luwu yang selama ini merasa terpinggirkan dalam pembangunan.

"Ini harga diri Wija To Luwu. Perjuangan ini harus diwujudkan," tandasnya.

Sebagai simbol adat dan sejarah, Kedatuan Luwu selama ini konsisten menyuarakan terbentuknya Provinsi Luwu Raya sebagai ikhtiar memperkuat posisi Tana Luwu dalam struktur ketatanegaraan sekaligus memastikan pembangunan yang lebih adil dan merata.(*)

Komentar

Tampilkan

  • Temui Massa Aksi di Walmas, Datu Luwu: Luwu Raya Adalah Sejarah Perjuangan!
  • 0

Berita Terkini