Zonaluwuraya.com / Luwu– DPRD Luwu berencana membentuk mimbar orasi untuk mendukung terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Hal tersebut disampaikan pada saat rapat bersama pihak eksekutif di ruang Komisi I, Rabu, 14 Januari 2026.
Andi Arfan Basmin mengatakan sudah seharusnya para elite tidak hanya tinggal diam melihat gerakan para pemuda dan mahasiswa atas perjuangan yang mereka lakukan mewujudkan Provinsi Luwu Raya.
“Elite tidak boleh bungkam. Kita wajib mendukung secara moral gerakan yang mereka lakukan. Kita harus bergerak untuk mendukung itu,” tegasnya.
Pembentukan Luwu Raya yang saat ini masih kekurangan satu kabupaten, yakni pembentukan DOB Luwu Tengah, kata Arfan, wajib didukung. Sebab menurutnya, tidak hanya sebagai syarat Provinsi Luwu Raya, tetapi juga tentang kemanusiaan.
“Tidak ada alasan untuk tidak mendukung Walmas menjadi Kabupaten Luwu Tengah. Di mana sisi kemanusiaan kita melihat keluarga di sana jika melakukan pengurusan di Belopa,” ujarnya.
Sementara itu, Basaruddin mengatakan bahwa DPRD Luwu akan membentuk mimbar orasi publik pada 23 Januari 2026. Kegiatan itu sebagai bentuk dukungan moral DPRD Luwu atas perjuangan para pemuda dan mahasiswa Tana Luwu terhadap DOB Luwu Raya.
“Kenapa 23 Januari? Karena itu adalah momentum. 23 Januari itu hari perlawanan Luwu, makanya kita akan wujudkan perlawanan itu dengan membentuk mimbar orasi bersama 35 anggota DPRD Luwu nanti sebagai bentuk perjuangan,” tukasnya.
Sekarang ini, lanjut anggota DPRD dari Fraksi NasDem, masyarakat Luwu berjuang untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya, sekurang-kurangnya Kabupaten Luwu Tengah.
“Makanya saya berharap semua anggota DPRD, 35 orang ini, tidak ada agenda pada 22–23 Januari. Kita akan buka orasi sebagai dukungan moral dan nyata terhadap adik-adik kita yang tengah berjuang untuk DOB Luwu Raya,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa agenda pada 23 Januari 2026 nanti adalah wujud perjuangan masyarakat Luwu sebagaimana yang diharapkan selama ini. 23 Januari, sambungnya, seharusnya bukan diisi acara seremonial, tetapi membentuk suatu perjuangan sebagaimana cita-cita bersama. (*)






