Penyaluran dilakukan bersama aparatur desa dengan cara door to door, agar bantuan benar-benar tepat sasaran sekaligus menjadi momen bagi pemerintah desa untuk menyapa dan melihat kondisi warganya secara langsung.
“Kami sengaja menyalurkan bantuan langsung ke rumah penerima agar bisa menyapa dan melihat kondisi mereka. Banyak di antara mereka yang sudah tidak mampu berjalan jauh ke kantor desa,” ujar Umi saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).
Menurut Umi, BLT tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di tengah situasi ekonomi yang sulit.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan membantu perekonomian warga. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah desa di tengah kesulitan masyarakatnya,” jelasnya.
Meski cuaca panas menyengat, Umi tetap bersemangat mendatangi satu per satu rumah warga penerima manfaat. Dengan senyum dan keramahan, ia menyapa warganya dan memastikan bantuan diterima secara layak.
Umi menegaskan bahwa pola penyaluran seperti ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan perhatian pemerintah desa terhadap kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat miskin ekstrem.
“Ke depan, cara seperti ini akan terus kami upayakan. Pemerintah desa harus hadir langsung untuk memastikan mereka yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan perhatian dan bantuan,” tuturnya.(*)





