Iklan

BENNER ATAS

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Meninggal dan Ribuan Rumah Terdampak

Admin
Rabu, Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T14:27:52Z




PALU – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan satu warga meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka, serta ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.


Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan korban meninggal dunia berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Korban diduga mengalami serangan jantung saat gempa terjadi. Selain itu, puluhan warga mengalami luka ringan dan beberapa lainnya mengalami luka berat.


Gempa terjadi pada pukul 11.27 Wita dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 05.30 Wita, BMKG mencatat telah terjadi 419 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 5,2 dan terkecil 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dirasakan masyarakat.


Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak paling parah. Di Kecamatan Palolo, Desa Uwe Nuni tercatat mengalami kerusakan pada 313 rumah rusak ringan yang dihuni 313 kepala keluarga atau 1.273 jiwa. Sementara di Desa Tongoa, sebanyak 41 rumah mengalami rusak sedang dan tiga rumah rusak berat. Jembatan alternatif Tongoa-Kamarora juga dilaporkan terputus.


Di Kecamatan Nokilalaki, Desa Kamarora A mengalami kerusakan pada 325 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak berat. Sedangkan Desa Kamarora B mencatat 179 rumah rusak ringan, 28 rumah rusak sedang, serta tujuh rumah rusak berat.


Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, seperti sekolah, tempat ibadah, puskesmas, kantor desa, dan jaringan air bersih. Longsor juga terjadi di kawasan Gunung Kamarora yang mengganggu akses jalan dan saluran air.

Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada satu rumah warga, Jembatan III Palu, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serbaguna Universitas Tadulako, serta sejumlah bangunan komersial dan hotel.


Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, puluhan rumah dan rumah ibadah mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, antara lain Torue, Sausu, Balinggi, Parigi Kota, Parigi Selatan, Tinombo, dan Parigi Barat. Di Kabupaten Poso, kerusakan dilaporkan terjadi pada akses jalan di wilayah Napu dan tiga rumah warga di Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara.


Untuk korban luka, Kota Palu mencatat dua warga mengalami luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Sigi, korban tersebar di sejumlah desa, termasuk 21 orang luka ringan di Desa Uwe Nuni serta masing-masing 16 orang luka ringan di Desa Kamarora A dan Kamarora B.


BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD kabupaten/kota, TNI, dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat serta pendistribusian bantuan. Kodam XXIII/Palaka Wira telah menyalurkan sembilan unit tenda, 200 velbed, dan satu unit dapur lapangan.


BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, antara lain 10 unit tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, 1.000 lembar matras, 1.000 lembar selimut, 1.000 paket sembako, 20 unit genset berkapasitas 1.000 watt, dan 500 lampu tenaga surya.

"Asesmen masih terus dilakukan dan data dapat berkembang seiring masuknya laporan dari lapangan," kata Asbudianto.


Meski demikian, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan relatif aman dan kondusif. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.


(*)

Komentar

Tampilkan

  • Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Meninggal dan Ribuan Rumah Terdampak
  • 0

Berita Terkini

Ads