Iklan

Benner up

Rangkaian Peringatan HJL Ke-758 dan HPRL Ke-80: Mappesabbi dan Tudang Ade di Kedatuan Luwu

Redaksi
Rabu, 1/21/2026 WIB Last Updated 2026-01-22T23:49:55Z


Zonaluwuraya.com | Palopo,– Pemerintah Kabupaten Luwu memulai rangkaian Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 dengan melaksanakan prosesi adat mappesabbi di Kedatuan Luwu, Kota Palopo, pada Rabu (21/01/2026).


Prosesi tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, bersama jajaran Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Luwu. Rombongan secara adat menghadap dan menyampaikan penghormatan kepada Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau, serta Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu.


Dalam kesempatan itu, Muhammad Rudi menyampaikan maksud kedatangan jajaran Pemkab Luwu ke Kedatuan Luwu. Ia menuturkan bahwa kedatangan tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan kebahagiaan dalam menyambut Hari Jadi Luwu ke-758 serta Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Prosesi mappesabbi ini menjadi simbol dimulainya seluruh agenda peringatan HJL dan HPRL.


Setelah prosesi mappesabbi, kegiatan dilanjutkan dengan tudang ade yang berlangsung di SalassaE Kedatuan Luwu. Musyawarah adat tersebut dihadiri oleh kepala daerah se-Tana Luwu, Forkopimda, Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dari berbagai daerah di Indonesia. Tudang ade menjadi forum penting untuk membahas berbagai persoalan kemasyarakatan dan adat istiadat, mencerminkan upaya menyatukan tata kelola pemerintahan modern dengan nilai-nilai luhur budaya Luwu.


Agenda berikutnya adalah prosesi mappakurusumange oleh Ana’ TelluE, berupa kirab dari Masjid Agung Luwu Palopo menuju Istana Kedatuan Luwu untuk kemudian diantar ke LangkanaE. Pada sore hari, dilaksanakan pembukaan Pameran Bassi Luwu serta Kampung Budaya, UMKM, dan Pasar Murah yang diprakarsai oleh BPP KKLR, BPW KKLR Sulsel, dan Universitas Andi Djemma di halaman Istana Kedatuan Luwu.


Rangkaian kegiatan malam harinya diisi dengan Royal Dinner Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara. Kegiatan ini berlanjut pada Kamis (22/1/2026) dengan musyawarah internal FSKN dan jamuan makan siang bersama yang diselenggarakan oleh Bupati Luwu di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Belopa.


Puncak peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/1/2026), dengan pelaksanaan prosesi Makkasawiang atau Mabbalisumange serta Mappangolo Lise Rakki, yang menghadapkan isi rakki ke hadapan Datu Luwu oleh perwakilan daerah. Prosesi ini akan dilanjutkan dengan Mappasisele Lise Rakki sebagai simbol kebersamaan dan pertukaran antara Kedatuan Luwu dan pemerintah daerah.


Puncak acara juga dirangkaikan dengan prosesi Manre Saperra, tradisi makan bersama di atas bentangan kain panjang yang melambangkan kesetaraan serta pelepasan nazar. Sebagai penutup, digelar Malam Puncak Peringatan HJL dan HPRL dengan Anugerah Budaya Luwu 2026 di halaman Istana Kedatuan Luwu.


Melalui rangkaian peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengharmoniskan nilai-nilai adat dan budaya Luwu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. 


(*)

Komentar

Tampilkan

  • Rangkaian Peringatan HJL Ke-758 dan HPRL Ke-80: Mappesabbi dan Tudang Ade di Kedatuan Luwu
  • 0

Berita Terkini