Iklan

Benner up

Perkuat Ketahanan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kampus Lewat Lomba Pemodelan Aktuaria 2025

Admin 02 / Srf
Kamis, 12/18/2025 WIB Last Updated 2025-12-18T20:09:06Z


Zonaluwuraya.com, Jakarta |
BPJS Kesehatan menggelar Puncak Grand Final Lomba Pemodelan Aktuaria Tahun 2025 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan analisis berbasis data. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah sinergi antara BPJS Kesehatan dan dunia akademik dalam menjawab tantangan keberlanjutan JKN yang semakin kompleks.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan JKN saat ini telah mencapai lebih dari 284,11 juta jiwa atau sekitar 98 persen penduduk Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan pengelolaan keuangan yang presisi dan berbasis analisis mendalam agar keberlanjutan program tetap terjaga.


Ghufron menilai meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan, perubahan pola penyakit, serta kebutuhan pembiayaan yang terus berkembang menuntut dukungan analisis aktuaria yang kuat. Ia menegaskan bahwa data yang dimiliki BPJS Kesehatan bukan sekadar angka statistik, melainkan sumber pengetahuan strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti.

“Pemodelan aktuaria memiliki peran penting dalam memetakan risiko, menghitung kecukupan dana, sekaligus memberikan arah kebijakan guna menjaga ketahanan finansial Program JKN,” ujar Ghufron.


Melalui Lomba Pemodelan Aktuaria, BPJS Kesehatan mendorong agar keilmuan aktuaria di perguruan tinggi terhubung langsung dengan kebutuhan nyata pengelolaan jaminan sosial kesehatan. Ia berharap gagasan dan model yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat Dana Jaminan Sosial.


Ghufron juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dosen pembimbing, dewan juri, serta pemangku kepentingan yang terlibat, antara lain Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ilmu aktuaria yang relevan dengan kebutuhan jaminan sosial kesehatan nasional.



Lomba Pemodelan Aktuaria BPJS Kesehatan Tahun 2025 diikuti 47 karya dari 27 perguruan tinggi di Indonesia, mulai jenjang S1 hingga S3. Seluruh karya terpilih akan dikembangkan lebih lanjut oleh BPJS Kesehatan sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan dengan dunia akademik. Hasil kajian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, khususnya dalam menjawab tantangan keberlanjutan pembiayaan, kepatuhan peserta, serta pengelolaan risiko Program JKN.


Sementara itu, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Nikodemus Beriman Purba, yang mewakili Ketua DJSN, menilai pemodelan aktuaria sebagai instrumen kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan Program JKN yang bersifat multidimensi. Menurutnya, tantangan JKN tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga menyentuh ranah kebijakan dan keadilan sosial.


Nikodemus menyoroti masih adanya ketidakseimbangan antara besaran iuran dan beban klaim yang tercermin dari rasio yang belum sepenuhnya ideal. Selain itu, meningkatnya prevalensi penyakit katastropik berbiaya tinggi menjadi tantangan serius yang perlu direspons melalui penguatan upaya promotif dan preventif, termasuk pembiasaan pola hidup sehat di masyarakat.


Ia menegaskan bahwa Program JKN tidak dapat dikelola dengan asumsi tunggal, melainkan membutuhkan pemodelan aktuaria multi-skenario untuk mengantisipasi berbagai risiko di masa depan. Hasil kajian dari lomba ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi BPJS Kesehatan dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi penyelenggaraan JKN ke depan.


Daftar Pemenang Grand Final Lomba Pemodelan Aktuaria BPJS Kesehatan 2025:


Jenjang S1
Juara I: Universitas Gadjah Mada
Juara II: Universitas Katolik Parahyangan
Juara III: Universitas Indonesia
Harapan I: Universitas Indonesia
Harapan II: Institut Teknologi Kalimantan


Jenjang S2
Juara I: Institut Teknologi Bandung
Juara II: Universitas Hasanuddin
Juara III: IPB University


Jenjang S3
Juara I: Universitas Gadjah Mada
Juara II: Universitas Gadjah Mada

(*)

Komentar

Tampilkan

  • Perkuat Ketahanan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kampus Lewat Lomba Pemodelan Aktuaria 2025
  • 0

Berita Terkini