Jambore yang mengusung tema “Mewujudkan Asta Cita dari Desa” tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran, konsolidasi, dan penguatan jejaring antarkepala desa dalam mendukung pembangunan dari tingkat paling bawah.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam amanatnya menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan bagian dari strategi nasional untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XIV Hasanuddin atas dukungan fasilitas, serta kepada para bupati yang mendorong partisipasi penuh kepala desa dari wilayah masing-masing.
Menurut gubernur, jambore dan retreat pemerintahan desa ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun dari desa dan dari bawah sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Bupati Luwu, Patahudding, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai jambore kepala desa memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa. Ia menekankan bahwa kepala desa dituntut memiliki ketangguhan, baik dalam menghadapi dinamika sosial maupun dalam memberikan pelayanan publik yang responsif.
“Desa adalah ujung tombak pemerintahan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kepala desa harus tangguh, adaptif, dan siap meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Patahudding.
Ia berharap para kepala desa dari Kabupaten Luwu dapat memanfaatkan momentum jambore ini untuk menyerap pengetahuan, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama yang dapat diterapkan secara nyata di desa masing-masing.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah optimistis peran desa sebagai motor pembangunan lokal akan semakin kuat, sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan Sulawesi Selatan yang inklusif dan berkeadilan. (*)





