Zonaluwuraya.com | PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) tengah menyiapkan rencana pembangunan perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Bua di Kabupaten Luwu. Proyek pengembangan runway bandara ini akan dimulai 2026 mendatang.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, Ishaq Iskandar menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk memperkuat fasilitas angkutan udara. Hal ini juga membuka akses transportasi yang lebih efisien menuju Luwu dan wilayah penyangga lainnya.
“Diharapkan perpanjangan runway ini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas mobilitas penumpang dan barang. Dengan runway yang memadai untuk pesawat besar seperti Boeing, wilayah ini diproyeksikan menjadi kawasan yang semakin terbuka dan terhubung dengan berbagai daerah,” ujar Ishaq di Makassar, pekan lalu.
Pembangunan perpanjangan runway Bandara Bua membutuhkan lahan seluas 12,82 hektare di Kecamatan Bua. Rinciannya 1,64 hektare di Desa Tanarigella dan 11,18 hektare di Desa Pabbarassang.
Setelah pengadaan lahan rampung, pembangunan fisik runway Bandara Bua Luwu diperkirakan dimulai pada 2026 dan berlangsung hingga 2027. Dengan begitu, proses pengadaan lahan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2025.
Ishaq melanjutkan, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak multiplikasi terhadap sektor ekonomi, sosial, budaya serta pariwisata di wilayah Luwu, Lutra, Lutim, Palopo, Toraja dan Toraja Utara.
Penguatan konektivitas udara dinilai dapat mendorong percepatan pertumbuhan kawasan di bagian utara Sulsel tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. “Salah satu strong point Bapak Gubernur, ini untuk koneksivitas antar wilayah,” sebut Andi Sudirman.
PEMBEBASAN LAHAN
Sekaitan rencana perluasan runway Bandara Luwu, Pemprov Sulsel telah menggelar sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan dan perpanjangan runway Bandara Bua, Kamis lalu, 20 November 2025. Sosialisasi ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bua, Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, dan dihadiri oleh pemerintah daerah serta masyarakat yang terdampak rencana pembangunan.
Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu yang hadir dalam kesempatan itu, menegaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur, khususnya transportasi udara. Menurutnya, Bandara Bua memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama ke wilayah Luwu Raya, serta simpul penting dalam mendukung ekonomi, pariwisata, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat.
“Runway yang lebih memadai memungkinkan pesawat berkapasitas besar mendarat dan terbang, sehingga mobilitas barang dan manusia semakin efisien. Ini akan membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dhevy.
Ia menegaskan bahwa pengadaan tanah harus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012. “Pemerintah berkomitmen menghormati hak-hak masyarakat dan memastikan proses ganti rugi dilakukan secara adil melalui appraisal independen. Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terdampak diperhatikan dengan baik dan profesional,” tegasnya.
Dhevy juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif demi kelancaran tahapan yang berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Sulsel, Ir. Nining Wahyuni, menjelaskan bahwa pengembangan runway Bandara Bua merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai pada 2022. Kala itu, penetapan lokasi sudah dilakukan, namun sebagian pembayaran lahan tertunda akibat keterbatasan anggaran.
Pada 2023 dan 2024, anggaran kembali dilakukan refocusing, sehingga proses pengadaan tanah ikut tertunda. “Alhamdulillah di tahun 2025 kita kembali menganggarkan dan bisa melanjutkan tahapan ini. Karena terpending sekitar dua tahun, maka kami kembali melakukan perencanaan pengadaan tanah,” jelasnya.
Nining menambahkan bahwa dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) telah diverifikasi dan direkomendasikan untuk dilanjutkan.
Nining menegaskan bahwa nilai ganti rugi tetap mengacu pada hasil appraisal tahun 2022 sesuai regulasi karena objek yang sama hanya dapat dinilai sekali. Dia juga optimistis pembangunan runway Bandara Bua akan meningkatkan pelayanan angkutan udara, mempercepat akses ke Luwu dan daerah sekitarnya, serta memperkuat mobilitas penumpang dan barang.
“Tujuannya mendukung pengembangan prasarana bandara dan transportasi udara guna meningkatkan sektor ekonomi, sosial budaya, serta kepariwisataan di Kabupaten Luwu,” tuturnya. (*)





