Zonaluwuraya.com | Luwu — Bupati Luwu, Patahudding menyoroti masih kurangnya jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Tanam di wilayah Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Luas Tambah Tanam (LTT), yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (24/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Patahudding berharap Kementerian Pertanian RI dapat menambah jumlah penyuluh di Luwu. Pasalnya, saat ini hanya terdapat 132 penyuluh yang harus menangani 207 desa dan 20 kelurahan.
Menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal, yakni satu desa satu penyuluh guna memaksimalkan pendampingan terhadap petani.
“Optimalisasi lahan dan percepatan luas tambah tanam menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh, dan petani, saya optimistis target dapat tercapai,” ujar Patahudding.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, Kapoksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Petani BPPSDM Kementerian Pertanian RI, Ahmad Dedy Syathori, serta para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Kabupaten Luwu.
Dalam sambutannya, Ahmad Dedy Syathori menjelaskan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke tingkat pusat bertujuan memperkuat pembangunan sektor pertanian secara terintegrasi, bukan melemahkan program daerah.
Sementara itu, Muhammad Taufiq Ratule menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam mencapai target luas tambah tanam setiap bulan sebagai bagian dari upaya swasembada pangan nasional.
“Dengan status di bawah pusat, kinerja harus semakin meningkat. Target minimal harus setara dengan capaian April tahun lalu atau bahkan lebih tinggi,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para penyuluh pertanian yang dipandu Plt Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin.
(*)




