Zonaluwuraya.com | Aksi perang antarkelompok pemuda kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026) sore. Bentrokan yang berlangsung di sekitar Perempatan Lampu Merah Bua, Kelurahan Sakti, sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi mengalami kemacetan.
Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Personel Kompi 3 Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan kembali meluas.
Personel Brimob tiba di lokasi sekitar pukul 17.55 WITA dan langsung melakukan langkah pengamanan serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pasukan dipimpin langsung oleh Wadanki Kompi 3, Iptu Abd Rahim S, S.H.
Komandan Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Laode Rusli, mengatakan pengerahan personel dilakukan setelah pihaknya melihat kondisi di lapangan sudah dalam keadaan darurat, terlebih aksi perang kelompok tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kemacetan di jalur utama Trans Sulawesi.
“Saya melihat kondisinya sudah darurat dan sudah memacetkan Jalan Trans Sulawesi. Karena itu saya langsung perintahkan personel untuk turun mengamankan situasi,” ujar Kompol Laode Rusli.
Sebanyak satu SST personel Brimob diturunkan untuk membantu pengamanan. Kehadiran pasukan Brimob diharapkan dapat segera mengendalikan situasi serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kompol Laode menegaskan, Brimob merupakan bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memiliki tugas membantu menjaga keamanan, terutama ketika terjadi situasi yang membutuhkan pengerahan personel dalam jumlah lebih besar.
“Brimob selalu siap siaga dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat,” tegasnya.
Setibanya di lokasi, personel selanjutnya melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya kelompok yang terlibat bentrokan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar terkendali sekaligus mengantisipasi terjadinya aksi susulan.
Perang kelompok di wilayah Bua tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi pada sejumlah titik di Kecamatan Bua dan menjadi perhatian aparat keamanan karena berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan pengguna Jalan Trans Sulawesi.
Kepolisian mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar menghentikan aksi kekerasan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, personel Brimob bersama jajaran kepolisian lainnya masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan arus lalu lintas dapat kembali normal.
(*)




